mungkin anda semua bingung dengan judul diatas, jujur saja saya juga. saya mendengar kata ini dari seorang dosen. dia mengatakan kita hidup dalam objektifitas (fakta) yang Subjektif (semu) , maka kita harus memanfaatkan kesubjektifan itu. seperti misalnya; seorang anak yang pandai menarik perhatian orang tuanya pasti akan lebih sering dituruti permintaannya dibanding anak yang pendiam dan terlihat biasa, dalam arti kata mengambil hati seseorang lah.
mungkin sebagian dari anda ada yang mengatakan hal ini semacam penjilat. tapi, jelas ini bukan menjilat, penjilat adalah orang yang merayu untuk mendapatkan kemauannya, sedang memanfaatkan subjektifitas adalah wajar. apa yang anda lakukan ketika seseorang yang sangat baik kepada anda meminta tolong dan anda mampu menolongnya?
Subjektifitas bermain di sini akan tetapi menurut saya akan selalu berlawanan dengan kata hati. saya sendiri walau saya tahu bagaimana memanfaatkan kesubjektifan itu saya tidak akan pernah menggunakannya. saya ingin berusaha sebagaimana orang lain berusaha. mengejar sesuatu yang saya sebut kebahagiaan.











November 18th, 2007 at 9:35 am
saya gak bingung tuh dengan judulnya
November 18th, 2007 at 10:59 am
saya juga gak bingung dengan judulnya
*** nyundul ..dul..
November 18th, 2007 at 7:34 pm
sumpe looooo
wakakakka
November 19th, 2007 at 12:00 am
kalau saya tetep bingung kenapa bisa gitu
