judulnya si serius tapi dalemannya nggak tau deh
ngomong ngomong soal ninja, siapa yang nggak tau Naruto, dari mulai si bocah ampe si ronald, pasti tau kalo ditanya soal Naruto.
sebenernya Ninja itu apa ya kalo merunut dari film The last samurai yang pemeran utamanya itu, u know lahh
, ninja itu jahat. tapi kalo dari film lain yang sudut pandangnya ninja, ninja itu baik!
jadi bingung.
coba coba surfing and keep digging dapet salah satunya dari wapedia.mobi.
[...] Shinobi atau Ninja (dalam bahasa Jepang, harafiah “Seseorang yang bergerak secara rahasia”) adalah seorang pembunuh yang terlatih dalam seni ninjutsu (secara kasarnya seni pergerakan sunyi). Ninja, seperti samurai, mematuhi peraturan khas mereka sendiri, yang disebut ninpo. Menurut sebagian pengamat ninjutsu, keahlian seorang ninja bukanlah pembunuhan tetapi penyusupan. Ninja berasal dari bahasa Jepang yang berbunyi Nin yang artinya menyusup. Jadi, keahlian khusus seorang ninja adalah menyusup dengan atau tanpa suara. [...]
setelah dapet artian ini jadi penasaran juga
kok sama ya peraturannya sama samurai yaitu ninpo, apa mereka punya komunitas Persatuan Ninja dan Samurai (PNS) ![]()
hehehe ternyata nggak sama
setelah ngeliat en.wikpedia.org ninja itu emang beda dari samurai, terutama masalah misi tapi sama sama pasukan kaisar juga,
[...]In the history of Japan, a ninja was someone specially trained in a variety of unorthodox arts of war. The methods used by ninja included assassination, espionage, and a variety of martial arts. In the Japanese culture, they were usually trained for dangerous missions. Their exact origins are still unknown, but as we think it is the Chinese who started it or the Japanese it is known that they appeared in 14th century feudal Japan, and remained active from the Kamakura to the Edo period. Their roles may have included sabotage, espionage, scouting and assassination missions as a way to destabilize and cause social chaos in enemy territory or against an opposing ruler, perhaps in the service of their feudal rulers (daimyo, shogun), or an underground ninja organization waging guerilla warfare.[...]
ternyata ada hitam dan putih juga di ninja, nggak cuma hacker and cracker doang ya
nah kesimpulannya ninja itu baik atau jahat kembali kepada anda tapi kalo anda pengemar berat manga Naruto kayaknya dah ketauan jawabannya apa.
gw
pernah nonton film shinobi yang gila ceritanya bagus banget, tentang kisah cinta dua dunia gitu, issabela banget ya
yang satu di desa Iga yang satu di desa Kuga, nah dua desa ini bermusuhan nih saing-saingan. nggak tanggung tanggung saingannya taruhan nyawa, dan semuanya cuma tentang siapa yang punya teknik paling tinggi and senjata paling mantep. kalo dibandingin ama galileo sama nggak ya
kan sama sama tentang pengetahuan dan sama sama dibayar nyawa! kalo Galileo dia menentang teori bumi itu datar dan mengatakan bahwa bumi itu bulat. lalu apakah pengorbanan selalu dibutuhkan untuk membuktikan suatu kebenaran.









January 7th, 2008 at 4:59 pm
kalo saya pilih jadi ninja baek tapi gak mau pake tutup muka, biar banyak fans-nya kayak naruto
pengorbanan selalu dibutuhkan untuk membuktikan kebenaran, yang paling dasar adalah pengorbanan waktu dimana kebenaran membuktikan dirinya sendiri..
January 7th, 2008 at 5:42 pm
terkadang perlu juga berkorban untuk membuktikan suatu pengorbanan tapi kalo sampe korbanin nyawa, aku pikir 2 kali deh pan…
January 7th, 2008 at 11:39 pm
saya malah bingung baca artikelnya , abis kayak ninja sih maksud artikelnya tersembunyi ;;;; ….
soal berkorban sih ya enggak juga kan kalo kita cermati hasil selalu seimbang dengan usaha 
January 8th, 2008 at 3:04 am
Wahh seperti yang dikatakan mas pandi kalo ditanya ninja saya cuma suka satu ninja..
yaitu NINJA RR. Soalnya cuma dia dan adik-adiknya yang bisa ditunggangin dan bisa membawa kita kmana-mana. Ampe ngapel ketempat sidoi dia membantu banget tuhh . Bener nggak tuhh??Syangnya tidak ramah lingkungan..
January 8th, 2008 at 3:05 am
Nyepam aja ahhh..
January 8th, 2008 at 3:39 am
untung gw pake tiga roda
January 8th, 2008 at 5:18 am
mas saya ga tahu naruto beneran dah soalnya saya ga suka naruto saya lebih suka spons bob
January 8th, 2008 at 9:36 pm
…sedang menyusup…
…awas disini ada tinja, … eh ninja …
January 8th, 2008 at 10:13 pm
@ bocah
gw juga lebih suka spons bob terutama si plankton

hihihihi
@brokencode
iya nihhh sedang ngeliatin
udah tau ada tinja … eh ninjaa…
January 9th, 2008 at 10:19 pm
saya suka naruto xxx
January 9th, 2008 at 11:25 pm
pastiii deh ujungnya xxx
tapi emang ada ya, gw belum dapet tuhh 
January 10th, 2008 at 4:17 am
Wah.. seru banget ya jadi Ninja kalau ada yang “pink” aku pasti daftar
Oh ya Mas Pandi mudah2an belum terlambat “Selamat Tahun Baru 2008″, dan sukses selalu untuk hal2 yang dikerjakan. Salam…
January 10th, 2008 at 4:43 am
wahh nggak ada kata terlambat buat dona maahh

January 10th, 2008 at 8:18 am
Wahh selamat ya mas pandi ni ternyata masih doyan ama cewek tohh??Oppssss…
January 10th, 2008 at 10:09 am
January 13th, 2008 at 12:07 pm
uhhh… beneran gak dimana mana aku diomongin hihihihi …. *awas gosip*
January 13th, 2008 at 10:29 pm
@ donna
Selamat buat Gotcha nya
January 17th, 2008 at 4:45 am
Ninja di budaya Jepang jadi sangat efektif (sekaligus berbahaya) karena konsep kehormatan di Jepang yang sangat dijunjung tinggi. Karena itu, demi mengejar kehormatan klan ninja, mereka jadi terdidik dari kecil untuk _harus_ berhasil dalam misi.
Karena itu, jadinya kebalikan dari keluarga samurai, anggota klan ninja akan menghalalkan segala cara untuk menyelesaikan misi. Termasuk kadang-kadang mengorbankan salah seorang klan juga. Dan semangat kamikaze dibawa lebih ekstrem. Dalam buku Ninjutsu, konon, seorang ninja bisa tersabet putus tangannya oleh sasaran yang harus ia bunuh. Lantas kabur.
Namun, berbeda dengan samurai, seorang ninja akan balik lagi malamnya dengan tangan sudah terbebat–dan dibakar agar tidak pendarahan, untuk diam-diam menggorok leher sang sasaran tadi.
Mungkin karena inilah, konon Jepang tidak membutuhkan agama, hehe. Agama mereka adalah kehormatan dan keluarga.
January 18th, 2008 at 3:26 am