Posts | Comments

barisan kata ini yang kuingat ketika dulu

aku sering berdoa, dalam lemah dan gelap

Tuhanku, sertailah aku berjuang, dalam merebut diriku sendiri, dari segala yang kau benci, hendaknya kau bersabar, sebab, ditengah hiruk pikuk ini, terkadang lupa aku mengenangmu.

Jika sudah waktu kita, tak ada jua yang dapat menolong, keabadian tinggallah Kita. Maka kuatkan lah diri dan bersabar. ini tinggal urusan transpersonal kau dan dia

2 Comments to “doaku disaat lilin terjaga”

  1. hani Says:

    man, itu lo lagi ngomongin tuhan kan?? setau gw sihh yaa. di EYD itu, kalo nyebut tuhan, dia nya harus Dia. kau nya harus Kau. dan mu di akhir kata harusnya -Mu..
    ohh wat looser i am. pandinurd.. .com bagus sekali. tapi font nya bikin gw harus liat monitor deket2. hihi. keep on going, mr pands :)

  2. Pandi Says:

    hihihi iya :"> tulisan di blog ini nggak ada yang pake EYD pakenya EPB (ejaan pandi banget :)) )

Leave your comment

Try to Read the post first.. if your comment not connected I will delete it, and if that so, try it one more time. this is do follow comment field so try the best as you can ^_^

Pandi Nurdiansyah is | powered by WordPress. Design by Nofie Iman | Pandi Nurdiansyah.

>