Artikel ini ditulis oleh penulis tamu Lalu Karta Wijaya seorang penggiat seni dan pelukis di ciputat.
Sebagai media visual yang berupaya menghadirkan latar atau setting tempat dimana adegan berlangsung, Artistic panggung berupa setting atau dekorasi ditempatkan untuk menghidupkan suasana dan peristiwa bagi proses dramatik pada sebuah lakon. Artistic panggung yang tepat adalah ketika set keseluruhan panggung dapat menciptakan ruangan dan atmosfir yang sesuai dengan ide atau konsep garapan pementasannya. Oleh karena itu, seorang penata panggung harus mengetahui detil konsep yang diinginkan sutradaranya hingga apa yang ada dalam bayangan sutradara secara bentuk dapat divisualisasikan dan menjadi daya stimulus pula bagi pemain untuk memperkuat perannya. Artistic panggung memperhitungkan juga bagaimana jarak pandang penonton sebagai penikmat agar keseluruhan pengadeganan dapat dilihat secara utuh, maka pertimbangan beberapa hal tentang komposisi panggung harus diperhitungkan terlebih dahulu oleh seorang penata panggung, yaitu mengenai :
• Perspektip ruang, Penentuan komposisi perspektip ruang berguna untuk memberikan kesan meruang bagi sudut pandang tempat. Ini menjadi penting agar penempatan setting dapat diposisikan dengan tepat.
• Warna dan garis/gradasi, pemilihan warna yang mencolok dan garis/gradasi yang tegas menjadi kecendrungan dalam pentas agar penonton dapat melihat dengan jelas.
• Volume dan aksentuasi. Pertimbangan volume dimaksudkan disini agar hadirnya benda-benda artistik seimbang dengan besar kecilnya ukuran panggung demi menghindari kesan sumpek dan mubadzir. Maka pemilihan benda dapat dipilah sesuai fungsi dan kebutuhan panggungnya. Dan melalui aksentuasi, penampilan sebuah suasana ruang dapat dimunculkan dengan memberi tekanan pada satu sisi yang dibuat lebih menonjol untuk memfokuskan kesan atau nuansa apa yang ingin di hadirkan.
Ketika seorang penata panggung mulai bekerja dan telah mengetahui bentuk panggung yang akan digunakan, maka kemudian ia boleh mulai mempersiapkan rancangan gambar berupa sketsa ataupun membuat maket/miniature artistic sebagai acuan dan bahan presentasi untuk menyusun petunjuk teknis pelaksanaan operasional konstruksi artistik, proses kerja teknis, spesifikasi pengerjaan dan bahan-bahan kerjanya.
Bentuk-bentuk panggung teater umumnya terbagi menjadi tiga bentukan, yaitu :
1. Panggung proscenium, ialah bentuk panggung dimana terdapat sekat yang menutup areal belakang panggung dan posisi penonton berhadapan dengan wilayah depan panggung. Bentuk panggung semacam ini yang biasa kita temui pada setiap pementasan baik teater maupun musik.
2. Panggung arena, ialah bentuk panggung melingkar atau semacamnya dimana posisi penonton mengitari wilayah panggung. Contohnya adalah panggung lenong betawi.
3. Bentuk ketiga adalah panggung campuran antara proscenium dan arena disebut juga tapal kuda. Contohnya panggung peragaan busana.









July 20th, 2008 at 12:25 am
Hm… menarik!
pudakonline’s last blog post..Untitled
July 23rd, 2008 at 6:53 am
makasih om
July 23rd, 2008 at 3:14 pm
wow, nice info, dari dulu gw selalu tertarik dengan yang namanya tata panggung, salam kenal juga yak
Supermance
*gw juga di ciputat
Supermance’s last blog post..Yang Belum Anda Ketahui Tentang Malaikat
July 23rd, 2008 at 8:53 pm
ciputatnya dimana nih…
July 27th, 2008 at 10:48 am
bos, nalan, bagi-bagi dung kasetnya…dimasukin aja di blog, biar bisa didengerin semuanya…
aroitreng’s last blog post..Peblogger Ijo..
September 27th, 2008 at 8:20 pm
Salam kenal! set designer kerjaan enak mas!
January 6th, 2009 at 9:51 am
@ I Kadek Puriyawan
memangnya apa aja kerja set designer di tempat anda ? kalo boleh tau
kan bisa jadi referensi juga nih 
January 21st, 2009 at 1:21 am
sungguh luaar biasa, artikel ini sebagai dasar setting panggung. terimakasih Mas Pandi.
January 21st, 2009 at 3:32 am
@ tiyok
June 21st, 2009 at 4:44 am
Cerita yang menarik, aku baru tau mengenai setting dasar di panggung teater.
Chandra Wijaya’s last blog post..Ko Hyang – Korean food at Mid Valley
January 29th, 2010 at 8:41 am
[...] Catatan kecil mengenai Artistik Panggung Teater// // [...]
February 4th, 2010 at 2:32 pm
@ avriel
penggiat teater juga kah ?