Posts | Comments

Walaupun telat dateng ke pementasan El-nama tapi gw dapet leaflet sama berhasil nanyain beberapa orang tentang pementasan El-nama yang berjudul Rohman malam selasa kemarin. sinopsisnya kira-kira begini;

rashomon2

Ada tiga orang bertemu di mushola tua di tengah hujan deras yang sedang turun. Tanpa sengaja mereka berbincang dan berujung pada sebuah cerita pembunuhan seorang saudagar Cina yang melibatkan tiga orang. Ketiga orang ini, seorang penjahat kawakan, istri saudagar, dan roh dari saudagar sendiri.. ;)) dua orang satu roh deng …. nah mereka ini memiliki versi masing masing tentang siapa yang membunuh, bagaimana terbunuhnya, dan mengapa saudagar itu meninggal.

Pastinya nggak ada versi yang bisa dibuktikan validitasnya, semua berkata benar sekaligus bohong, kalo udah kayak gini siapa yang bisa dipercaya ? :-??

rashomon

Kalo penasaran ama sinopsisnya pentas keduanya ada kok hari Senin, tanggal 13 agustus 2009 di Gedung Nyi Ageng Serang, Kuningan Jakarta jam 19.30 wib.

nah gw berhasil wawancararin beberapa orang yang juga nonton pertujukan rohman ini dan hasilnya adalah musiknya kurang asik katanya. dan dari seluruh pementasan teater di UIN dapat dipastikan komplain selalu berasal dari photographer yang jepret sana sini tapi nggak kebagian cukup cahaya.

pastinya tiap-tiap orang selalu memiliki pandangannya masing masing. and buat muasin rasa penasaran sebaiknya tonton pementasan kedua di kuningan :D.

picture by : Wifqi Anggawidiya

Artikel ini ditulis oleh penulis tamu Lalu Karta Wijaya seorang penggiat seni dan pelukis di ciputat.

Sebagai media visual yang berupaya menghadirkan latar atau setting tempat dimana adegan berlangsung, Artistic panggung berupa setting atau dekorasi ditempatkan untuk menghidupkan suasana dan peristiwa bagi proses dramatik pada sebuah lakon. Artistic panggung yang tepat adalah ketika set keseluruhan panggung dapat menciptakan ruangan dan atmosfir yang sesuai dengan ide atau konsep garapan pementasannya. Oleh karena itu, seorang penata panggung harus mengetahui detil konsep yang diinginkan sutradaranya hingga apa yang ada dalam bayangan sutradara secara bentuk dapat divisualisasikan dan menjadi daya stimulus pula bagi pemain untuk memperkuat perannya. Artistic panggung memperhitungkan juga bagaimana jarak pandang penonton sebagai penikmat agar keseluruhan pengadeganan dapat dilihat secara utuh, maka pertimbangan beberapa hal tentang komposisi panggung harus diperhitungkan terlebih dahulu oleh seorang penata panggung, yaitu mengenai :

• Perspektip ruang, Penentuan komposisi perspektip ruang berguna untuk memberikan kesan meruang bagi sudut pandang tempat. Ini menjadi penting agar penempatan setting dapat diposisikan dengan tepat.
• Warna dan garis/gradasi, pemilihan warna yang mencolok dan garis/gradasi yang tegas menjadi kecendrungan dalam pentas agar penonton dapat melihat dengan jelas.
• Volume dan aksentuasi. Pertimbangan volume dimaksudkan disini agar hadirnya benda-benda artistik seimbang dengan besar kecilnya ukuran panggung demi menghindari kesan sumpek dan mubadzir. Maka pemilihan benda dapat dipilah sesuai fungsi dan kebutuhan panggungnya. Dan melalui aksentuasi, penampilan sebuah suasana ruang dapat dimunculkan dengan memberi tekanan pada satu sisi yang dibuat lebih menonjol untuk memfokuskan kesan atau nuansa apa yang ingin di hadirkan.

Ketika seorang penata panggung mulai bekerja dan telah mengetahui bentuk panggung yang akan digunakan, maka kemudian ia boleh mulai mempersiapkan rancangan gambar berupa sketsa ataupun membuat maket/miniature artistic sebagai acuan dan bahan presentasi untuk menyusun petunjuk teknis pelaksanaan operasional konstruksi artistik, proses kerja teknis, spesifikasi pengerjaan dan bahan-bahan kerjanya.

Bentuk-bentuk panggung teater umumnya terbagi menjadi tiga bentukan, yaitu :

1. Panggung proscenium, ialah bentuk panggung dimana terdapat sekat yang menutup areal belakang panggung dan posisi penonton berhadapan dengan wilayah depan panggung. Bentuk panggung semacam ini yang biasa kita temui pada setiap pementasan baik teater maupun musik.
2. Panggung arena, ialah bentuk panggung melingkar atau semacamnya dimana posisi penonton mengitari wilayah panggung. Contohnya adalah panggung lenong betawi.
3. Bentuk ketiga adalah panggung campuran antara proscenium dan arena disebut juga tapal kuda. Contohnya panggung peragaan busana.

Pandi Nurdiansyah is | powered by WordPress. Design by Sbobet | Pandi Nurdiansyah.