Posts | Comments

Kemarin ikut workshop di IKAPI (Ikatan Penerbit Indonesia) cabang jakarta..  hohoho yang lain dah pada kerja semua.. gw doang yang masih ucup :"> so karena tema besarnya masalah design and photography. jadi rada-rada nyambung. soalnya emang sering nongkrong bareng anak-anak photo sama temen-temen yang suka design. Pembicaranya om Atewe :D.

karena selalu datang pas makan siang ;)) jadi gw nggak dapetin full ilmunya but ada satu kalimat yang dikasih tau sama atewe dan gw garis bawahi dari 2 hari itu. yaitu perbedaan antara profesional dan amatir. kayaknya biar lebih asik kita flashback dulu pada saat gw masih belum jadi apa-apa di UIN Jakarta. alias pas gw pertama kali daftar tes mandiri di UIN Jakarta (2002). gw ketemu kk kelas gw and ngobrol sedikit, posisi dia waktu itu adalah fresh graduate. satu kalimat yang gw garis bawahi dari ngobrol selama 2 jam adalah [ di Indonesia nggak penting belajar isi, yang penting tau banyak kulit dan perbanyak relasi. nggak usah belajar terlalu dalam yang penting pointnya dan pelajari yang laen. makin banyak makin bagus.]  nah berangkat dari situ muncul gairah untuk mempelajari apa saja.. ndak lama berselang pengurus perpustakaan dah kenal gw .. you know what that’s mean. ;)) komputer, internet, masak, menulis, reportase, prakarya, origami, musik, dll gw lahap sedikit demi sedikit,,

tapi pada akhirnya gw bingung kok gw anak psikologi gak dalem di psikologi ya :-? tapi karena pesannya just a little yo wes lanjut lagi. lahap sana sini .. feeding my brain every day. sampai akhirnya ketemu sama si bapak bapak tukang jual susu kedelai (sampai saat ini gw belum tau namanya) gw pun disalahkan. [ndak apa lo bisa apa aja.. tapi pilih satu yang paling lo suka.. dalemin. ntar lo pasti ngerasain manfaatnya]  yup saat itu gw jadi ngerasa amatir 100%, im useless, and etc lah. ;))

the next day ada teman yang butuh bantuan untuk benerin komputernya. dia minta komputernya di install ulang karena sering ngehang. so sampai disana gw tanya.. ini komputer kenapa, -sering ngehang. ngehangnya kalo lagi buka program atau tiba tiba? – tiba tiba, kemarin sih dah di instal tapi ndak tau begitu lagi. masih nyimpen cd programnya? (semua pertanyaan ini gw lontarin padahal  gw belum nyentuk komputernya sedikitpun). yup ternyata ada semua di folder master di my document and ready to install, tapi gw yakin masalahnya bukan di software. setelah di install akhirnya komputer pun lancar normal and karena keyakinan gw gw paksa terus and tepat sekali saudara-saudara komputernya ngehang lagi. ternyata permasalahannya cpu dia ndak ada kipas :))

dia heran dengan pertanyaan gw yang seperti ngumpulin data dan dibandingkan dengan penginstall sebelumnya. wow. apalagi yang bener bener professional  kali ya? lebih mantap lagi cara kerjanya

nah back to workshop IKAPI so atewe ngasih tau kalo perbedaan antara professional dan amatir hanya di permasalahan detil. hal sekecil apapun akan diperhatikan oleh seseorang yang pro. but karena lagi iseng sambil nulis pengalaman langsung kita cari tambahan data aja yoo di paman google.

The word professional traditionally means a person who has obtained a degree in a professional field. The term professional is used more generally to denote a white collar working person, or a person who performs commercially in a field typically reserved for hobbyists or amateurs.

Nah itu kata wiki tentang seorang pro dan sekarang gimana yang amatir ?

An amateur is generally considered a person attached to a particular pursuit, study, or science, without formal training or pay. An amateur receives little or irregular income from their activities, and differs from a professional who makes a living from the pursuit and typically has some formal training and certifications in the domain.

nah perbedaan paling jelas dari Professional dan Amatir adalah gaji. waduh, bener juga sih tapi gw lebih suka sama pendapatnya om atewe. :D so bagimana pendapat anda pilih isi atau banyak kulit ?

romantic momentWaduh jadi mikir dua kali gw ngeliat judulnya.. jangan jangan dengan judul ini blog gw bakalan di cap sebagai adult content sama google. tapi, setelah dipikir-pikir ndak apalah.

kemarin sore, seorang teman yang dalam posisi pengantin baru menyambangi kost-kostan. entah bagaimana caranya arah pembicaraan sampai ke masalah film porno ;)) seinget gw.. awal pembicaraan adalah tentang tips bagaimana menaklukan hati wanita =P~ hingga bagaimana tiap-tiap perempuan punya titik ransang yang berbeda. nah.. disinilah batu loncatan kenapa pembicaraan lari ke film porno. ;)) menurut dia segala hal yang ada dalam film porno adalah pembohongan publik dimana rata-rata film porno ingin menyampaikan pesan bahwa segala sesuatu yang besar =)) dan panjang selalu di idamkan perempuan. padahal belum tentu juga, berdasarkan penelitian the-clitoris dot com ndak semua cewe itu menyantumkan ukuran yang besar dan panjang dalam top list mereka. singkat kata titik ransang seorang cewe itu ndak selalu ada pada alat vital.. bisa juga karena ngobrol, karena mata, bibir, dll. mungkin dalam budaya kita pembicaraan sex akan selalu dianggap tabu. namun jika sudah halal ya mbok dibicarakan supaya bisa mencapai puncak secara bersamaan (dohh.. om boyke banget nggak sih gw :P ) uhmm sebenernya masih berlanjut obrolannya and berhubungan sama masalah sunat perempuan tapi.. karena datanya belum kumplit ya besok kali ya ;))

pic : romantic moment; courtesy of panphotography

nah kayak gw omongin di postingan yang lalu di judul websites degree sebenernya ini merupakan sambungan karena degree nantinya akan memudahkan accessibility

3.1 apakah semua atribut alt sudah digunakan untuk mendeskripsikan semua citra atau gambar?

selalu iringi setiap non text element dengan text yang sesuai (“alt”, “longdesc”, atau langsung di contentnya). semua yang menyangkut:gambar, presentasi text grapis (termasuk simbol), bagian map gambar, animasi (gif), applet dan objek program, ascii, frame, script, gambar yang digunakan sebagai bullet, spacer, tombol, suara (yang dimainkan dengan atau tanpa interaksi user), stand-alone audio file, dan video.

3.2 Apakah situs/blog sudah menggunakan unit yang relatif ketimbang unit absoulute untuk text ?

gunakanlah unit yang relatif dari pada yang absolute dalam nilai atribut markup language dan nilai property style sheet.

ada tiga hal sebenarnya yang ditekankan yaitu tentang penjelasan perubahan bahasa yang ada dalam sebuah text hal ini akan memudahkan bagi orang orang yang membaca dengan braille translation software sehingga software tersebut dapat memunculkannya dengan karakter yang benar begitu juga bagi penguna speech synthesizer yang akan memunculkan bahasa dalam aksen yang sebenarnya, sehingga kemungkinan kecil terjadi salah artian bagi orang yang menggunakan software tersebut.

sebagai contoh tag html untuk bahasa :

<P>And with a certain <SPAN lang=”fr”>je ne sais quoi</SPAN>,
she entered both the room, and his life, forever. <Q>My name
is Natasha,</Q> she said. <Q lang=”it”>Piacere,</Q>
he replied in impeccable Italian, locking the door.

atau bisa juga menggunakan “xml:lang” sehingga server akan langsung menyajikan dengan bahasa yang telah disajikan.

acronym juga menjadi sesuatu yang penting, jelaskan selalu dalam tag tittle :

<P>Welcome to the <ACRONYM title=”World Wide Web”>WWW</ACRONYM>!

ref:

http://www.w3.org/TR/WCAG10/wai-pageauth.html#tech-relative-units

3.3 apakah layout pecah jika besar font ditambah?

cobalah tes sederhana dalam sebuah browser yang mendukung pertambahan besar font. sekarang tambahkan besar font, lagi dan lagi.. kemudian lihat apakah layout masih rapih? sangat berbahaya bagi seorang developer web untuk berasumsi bahwa browser yang digunakan user menggunakan ukuran font default.

3.4 Apakah situs menyediakan menu skip yang cukup terlihat?

sebuah metode yang memperboleh user untuk men-skip navigasi yang berulang-ulang.

ref:

http://www.section508.gov/index.cfm?FuseAction=Content&ID=12

…pengunjung yang buta bukanlah satu-satunya yang kurang nyaman dengan banyaknya link di area navigasi.
ref:

http://joeclark.org/book/sashay/serialization/Chapter08.html#h4-2020

http://www.niehs.nih.gov/websmith/508/o.htm

3.5 Apakah situs/blog menggunakan form yang mudah diakses?

Form bukanlah sesuatu yang mudah digunakan bagi orang yang memiliki ketidakmampuan.
ref:

http://www.htmldog.com/guides/htmladvanced/forms/

3.6 Apakah situs/blog menggunakan table yang mudah di akses?

untuk data tabel sebaiknya gunakan markup untuk mengasosiasikan cells data dan cells header.

CODE

http://www.w3.org/TR/WCAG10/wai-pageauth.html#tech-table-headers

3.7 apakah anda menggunakan warna yang memiliki kontras sesuai?

pastikan halaman memiliki kombinasi warna yang sesuai ketika dilihat oleh pengunjung yang memiliki deficit warna.

ref:

http://www.w3.org/TR/WCAG10/wai-pageauth.html#tech-colour-contrast

3.8 Apakah warna digunakan pada informasi penting?

Pastikan bahwa semua informasi yang menggunakan warna juga dapat dilihat tanpa warna, semisal konteks atau markup.

ref:

http://www.w3.org/TR/WCAG10/wai-pageauth.html#tech-colour-convey

pada dasarnya ada tiga macam tipe defisiensi warna ; Deuteranope (bentuk defisit dari merah / hijau), Protanope (bentuk lain dari deficit warna merah/ hijau) dan Tritanope (deficit biru/kuning – sangat jarang).

ref :

http://colourfilter.wickline.org/

3.9 Apakah ada respon delay untuk menu menurun (dropdown)?

pengguna yang memiliki kelemahan fungsi motorik akan menemui kesulitan jika di setting terlalu cepat.

3.10 apakah semua link descriptive ?

Text link seharusnya memiliki arti apalagi ketika keluar dari konteks – bahkan jika link itu link sambungan. text link juga harus singkat.

ref:

http://www.w3.org/TR/WCAG10/wai-pageauth.html#tech-meaningful-links

Artikel ini ditulis oleh penulis tamu Lalu Karta Wijaya seorang penggiat seni dan pelukis di ciputat.

Sebagai media visual yang berupaya menghadirkan latar atau setting tempat dimana adegan berlangsung, Artistic panggung berupa setting atau dekorasi ditempatkan untuk menghidupkan suasana dan peristiwa bagi proses dramatik pada sebuah lakon. Artistic panggung yang tepat adalah ketika set keseluruhan panggung dapat menciptakan ruangan dan atmosfir yang sesuai dengan ide atau konsep garapan pementasannya. Oleh karena itu, seorang penata panggung harus mengetahui detil konsep yang diinginkan sutradaranya hingga apa yang ada dalam bayangan sutradara secara bentuk dapat divisualisasikan dan menjadi daya stimulus pula bagi pemain untuk memperkuat perannya. Artistic panggung memperhitungkan juga bagaimana jarak pandang penonton sebagai penikmat agar keseluruhan pengadeganan dapat dilihat secara utuh, maka pertimbangan beberapa hal tentang komposisi panggung harus diperhitungkan terlebih dahulu oleh seorang penata panggung, yaitu mengenai :

• Perspektip ruang, Penentuan komposisi perspektip ruang berguna untuk memberikan kesan meruang bagi sudut pandang tempat. Ini menjadi penting agar penempatan setting dapat diposisikan dengan tepat.
• Warna dan garis/gradasi, pemilihan warna yang mencolok dan garis/gradasi yang tegas menjadi kecendrungan dalam pentas agar penonton dapat melihat dengan jelas.
• Volume dan aksentuasi. Pertimbangan volume dimaksudkan disini agar hadirnya benda-benda artistik seimbang dengan besar kecilnya ukuran panggung demi menghindari kesan sumpek dan mubadzir. Maka pemilihan benda dapat dipilah sesuai fungsi dan kebutuhan panggungnya. Dan melalui aksentuasi, penampilan sebuah suasana ruang dapat dimunculkan dengan memberi tekanan pada satu sisi yang dibuat lebih menonjol untuk memfokuskan kesan atau nuansa apa yang ingin di hadirkan.

Ketika seorang penata panggung mulai bekerja dan telah mengetahui bentuk panggung yang akan digunakan, maka kemudian ia boleh mulai mempersiapkan rancangan gambar berupa sketsa ataupun membuat maket/miniature artistic sebagai acuan dan bahan presentasi untuk menyusun petunjuk teknis pelaksanaan operasional konstruksi artistik, proses kerja teknis, spesifikasi pengerjaan dan bahan-bahan kerjanya.

Bentuk-bentuk panggung teater umumnya terbagi menjadi tiga bentukan, yaitu :

1. Panggung proscenium, ialah bentuk panggung dimana terdapat sekat yang menutup areal belakang panggung dan posisi penonton berhadapan dengan wilayah depan panggung. Bentuk panggung semacam ini yang biasa kita temui pada setiap pementasan baik teater maupun musik.
2. Panggung arena, ialah bentuk panggung melingkar atau semacamnya dimana posisi penonton mengitari wilayah panggung. Contohnya adalah panggung lenong betawi.
3. Bentuk ketiga adalah panggung campuran antara proscenium dan arena disebut juga tapal kuda. Contohnya panggung peragaan busana.

Last day i held a pool about which search engine usually we use and I figure out that was Google, until this time my prediction is right the pool say 3 for Google and 1 for Yahoo. The result quite shock if this four people represent the world internet user, 75% use Google and 25% use Yahoo and this is why my thought think that Yahoo not yet loose his chance to grab the search engine market. oh yea my pool it doesn’t mean that I only use that 4 search engine but is only my thought that is the common search engine that people use and I will resume this post in My native tongue language.

Why people use Google. simple web design, or the specialize only on the search engine result?. we all know the power of google crawl. so lets see the compare of result between Yahoo and Google. for the first step I will ask you to try this site that build by Norwegian developer named Asgeir S. Nilsen, (thank’s Mr. Nielsen :-X ) the site called Twingine where the site build up two window so you can compare both result between Google and Yahoo search engine in the same time.

After you try it are you see something different. absolutely! is different. from a few book and a few site i have found one interesting site flash that tracking down the bullet, this site Develop by Christian Langreiter. this is the snapshot or this is the link of the page that called Google vs Yahoo if you want to see it with your own monitor :)) . what a great different but the big question is all site that own by Google track also exist in Yahoo track only the result position seems different. are this mean that Page Rank it’s the common reason! I think yahoo also have a Web Rank! that is my point so Beware Google keep your best performance and don’t Give up Yahoo you only three step behind :D

Resume

Google seperti diatas angin dengan pangkat situs pencari terbesar di seluruh dunia. akan tetapi, google sepertinya lupa bahwa ini adalah pasar dan pebisnis search engine lain dengan sangat kompetitifnya mengejar ketinggalan dan berusaha menyusul Google. Hasil pencarian yang jelas sangat berbeda, kecocokan hasil pencarian adalah relatif di mata user sebagai tiang terakhir yang menentukan. Yahoo sedang dilirik oleh microsoft, entah ada apa dengan Yahoo yang membuat Microsoft tertarik untuk meminang perusahaan tersebut atau ada sesuatu dari Yahoo yang dapat menyaingi Google dan itu terlihat oleh Microsoft. Sebuah kekuatan laten yang belum digunakan oleh Yahoo? atau ada hal lain!.

PANDI NURDIANSYAH

Pandi Nurdiansyah is | powered by WordPress. Design by Nofie Iman | Pandi Nurdiansyah.

>